Sepi
23.33 | Author: Unknown

Malam ini begitu sepi. Tanpa bayangmu tanpa cerita hati. Kembali tergores luka yang masih perih. Saat rinduku memuncak bersama bayangmu. Kupandang dengan pilu dan sendu. Hatiku kembali beku ketika angkasa campakkan jiwa. Ku tak dapat meraih bayangmu tanpa ujian raga. Ku sadari gejolak ini tiada arah tertumpah .

Kemanakah kuadukan rinduku ini. Kemanakah kubasuhkan luka perih. Kemanakah kuhapus air mata suci. Bersamamu di ujung jiwa. Malam ini, Rembulan tak mampu membuatku tersenyum. Lintang gemerlap tak goyahkan angan di dada. Tiup lembut dingin malam tak lagi semerbak harum sukma. Tanpa bayangmu dalam jiwa yang terang dan nyata. Beranda yang dingin mencekam. Saat kabar datang bersama sang pemuja. Lirih kuterpaku hanya pandangi bayang. Akan kah kau bahagia bersama si ilalang.

Malam ini terasa lambat, ketika bait rindu tak mampu lukiskan apa yang ada di dada. Jemariku kaku tanpa semangat, saat ingin ku goreskan rasa sepi yang memuncak didalam dada. Oh cinta yang berhujung duka. Kupasrahkan kepada Sang Pemilik Cinta, sampaikan salamku dalam mimpinya.
|
This entry was posted on 23.33 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 komentar: