EMBUN PAGI
05.22 | Author: Unknown
Berderai dingin embun pagi, ketika kusapa bintang yang kelelahan. Berluruh hawa dingin, dalam semangat penuh tantangan. Mendekapku dalam angan dan bayangan. Tuk temani keganasan hari dengan penuh perasaan. Bersamamu sayang, memastikan penuhi kebahagiaan.

Sayang.. Dahulu, Maafkan aku tak bersamamu. Maafkan aku yang telah melupakanmu. Dan maafkan aku yang tak menemuimu. Namun bayanganmu tetap melekat, ingatanku tak akan lenyap. Dan harapanku tetap erat. Bersamamu, kini dan nanti. Esok kan kujelang, impian kan kupersembahkan. Kan ku lihatkan, bahwa rasa ini bukanlah lamunan. Namun harapan menuju kenyataan.

Kasih, bergembiralah dan senyumlah. Walau raga tak bersua, hati telah ku jumpa. Beribu doa kulantunkan, tuk perkuat harapan akan kesetiaan. Untukmu kasih, yang kini belum dapat kuraih.

Hatiku perih sayang, ketika kulihat kenyataan jalang. Hatiku terkoyak dinda, walau beribu tantangan kan kuhadang. Ku bersalah, kini ku berpasrah. Pada Sang Pemilik Kasih segala doa kuserah.
|
This entry was posted on 05.22 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 komentar: