MENGHANTUI
22.39 | Author: Unknown

Awalnya ku ingin melepaskan, segala beban yang memuncak di dada. Segala rindu yang bertalu-talu dalam keheningan sendu. Segala rasa yang berada di jiwa, oh jiwa yang tergadai dengan rindu. Jiwa yang merana oleh waktu. Jiwa yang terjebak oleh masa lalu.

Mimpi itu kembali menghantui, saat rasa bersalah bergelayut merdu. Ingin kuputar roda waktu temaram rindu. Kan kutebus setiap rasa silap dengan haru biru. Sayang, kau tak disisiku. Waktu telah menipu. Ku tak mampu merangkak, tertatih dan menangis.

Kadang aku berpikir, apakah Tuhan tidak meinginkan kita bersatu. Kadang ku memaki, mungkin Ia inginkan lebih saling mengerti. Dengan inilah sayang, jalan cerita kita. Kan jadikan saling memahami, menjaga, dan menyayangi. Saat ini kau bukan milikku, ku yakin esok kan berganti waktu. Roda kan senantiasa berputar, waktu kan terus berjalan. Suatu ketika kita kan bersama. Dalam alunan melodi dunia menuju nirwana.

Sayang.. ku ingin kau mengerti, bahwa cinta ini abadi. Ku ingin kau sadari, tiada berubah dalam cita suci. Kan kubasuh kembali mutiara itu dengan mesra, saat ku rengkuh bayangan di balik lumpur cinta. Kan ku rangkai untaian mutiara berharga. Kan patri di dalam hati, didamba oleh Pemilik Cinta.

|
This entry was posted on 22.39 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 komentar: