Aneh
22.17 | Author: Unknown

Perasaan ini senantiasa berkecamuk. Bagai ombang yang berderai riuh di ujung pantai. Menghempas segala yg ada, mencampurkan segala yg dibawa. Oh Tuhan, ia hempaskanku ke dalam sebuah lamunan. Ditemani oleh semilir angin malam di pantai malam itu. Sendiri, ku maki nasib yang tar tertuju.

Perasaan ini sungguh aneh. Kumencintai orang yang salah, meski ku tak akan menyerah untuk sebuah pengorbanan, biarlah dunia menjadi saksi. Engkau jadikan aku sibuk menanti. Oh bintang, yang berkerlip jauh di dekat nirwana. Ia bagaikan bintang yang indah, namun tak kuasa ku rengkuh dalam bait cinta sebenarnya.

Aku hanyalah sebutir pasir di tengah lautan. Terombang ambing oleh derai perasaan. Berkecamuk dalam setiap keadaan. Kan kumaki engkau kasih, dengan sebuah bait harapan. Kan kuhina engkau kasih, telah merenggutku dalam setiap keadaan. Kupaksakan diriku membencimu dalam arus percintaan. Namun kutak bisa...

Perasaan ini sungguh menyiksaku. Saat kau buka kembali tabir kelam di masa silam. Terantuk dalam sebuah bayangan kelam. Memudar, perlahan menggapai sinar temeram. Oh dinda, kekasih yang tak bisa kumiliki. Bagimulah kuwujudkan kehidupan ini. Bagimulah kuharapkan senyumanmu saat kuhabiskan hari. Merengkuhmu dalam mimpi, memelukmu dalam angan abadi.
|
This entry was posted on 22.17 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 komentar: