Ada satu cerita tentang sebuah mimpi. Mimpi itu pernah sirnah, dan kini kembali muncul. Namun, ada tembok besar yang menjadi penghalang. Dan ada sebuah luka yang kian menganga. Kini pilihannya cuman satu, mengubur mimpi itu dan membiarkan luka itu sembuh. Atau menggapai mimpi itu, dan menorehkan sebuah luka baru di jalan yang baru.
Oh Tuhan, sungguh ku tak mengerti arah jalan ini. Atau pun ku tak sanggup memilih diantara pilihan itu. Namun, kan kupilih luka yang tetap menganga, dan mati sebagai pejuang cita. Biarlah luka itu membusuk, memakanku, dan merenggutku. Hingga akhirnya mampu kuraih cita-cita itu. Biarlah perih itu menusuk, menerkam, dan mencabik. Hingga kugapai mimpi itu kembali.
Oh Tuhan, sungguh aneh rangkaian onak jiwa ini. Sungguh jalanmu elok nan berliku. Tiada kini yang ingin kudamba, hanya sebuah pertolongan Sang Maha Kuasa. Oh Tuhan, rengkuhku dalam keselamatanMu. Basuhku dalam rahmatMu, dan kasihanilah aku dalam meraih mimpi itu.



0 komentar: