HARU BIRU
23.51 | Author: Unknown
Ketika flamboyan tak lagi bertiup, awan mega kembali berarak. Menegadahku dalam harapan. Dalam Haru biru nan dicinta. Oh dinda yang bersemi dihujung hari. Kuhaturkan segelas rindu pada sang pemilik cinta. Ku lukiskan hasrat yang lama bersemi. Menanti penuh sepi dalam irama sunyi. Angin yg berhembus dengan lancang. Kepadamulah ku sandarkan harapan depan. Akankah terulang kembali sepi… Sunyi…

Ku tak ingat sebait kisah kelam. Hingga kau lantunan sebuah irama. Ku tak mengerti nada cinta suram, hingga kau hidupkan kembali harapan. Oh irama yang berdawai panjang, oh sinar yang berjalan temaram. Dalam keharuan kembali kurangkai nada nada kehidupan. Walau tak berbekas, esok pasti kan kembali kutapaki.

Bait rindu ini sungguh lucu, haru biruku tlah bercampur rindu. Dalam masa yang semoga tak panjang, ku bangkitkan angan melayang. Derap semangat kulambaikan kepada Tuhan. Ku ingin menggapainya Tuhan. Dalam kehidupan kembali ku jalin kesetiaan.

19/09/12 10:35 WIB
|
This entry was posted on 23.51 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 komentar: