Biduk Abadi
11.27 | Author: Unknown

Kadang ku mentertawakan jalan ini. Kadang ku memaki diri ini. Ketika cinta dahulu bersemi, kita tidak diijinkan tuk arungi. Ketika cinta kembali besemai kini, waktu dan keadaan telah menghalangi. Namun cintaku tulus dan suci. Nan kujaga dalam biduk nan abadi.

Kasih... kumemilihmu bukan karena kelebihanmu. Kumencintaimu dengan kekuranganmu. Ingin kujadikan titian kesempurnaan. Ingin kulukis kenangan dalam ketiadaan. Ingin kurenguh jiwa malang dengan kasih sayang. Kumenyayangimu, dari sisi yang tiadapun yang mengetahui. Dari segala rasa dan sifat. Dari segala benak dan hati. Kutulis cintamu, terukir dalam benak. Tersemai dalam hati. Terpatri dalam jiwa ini.

Apakah benar rasa ini. Apakah benar sayang ini. Saat kau ada, kutiada. Saat kita bersama, jalan belumlah terbuka. Sayang, kuingin memilikimu seutuhnya. Entah bagaima caranya, Tuhan kan tuntun kita. Namun, yakinlah... kita kan bersama, selamanya.

Saat rinduku membuncak, bayanganmu hadir tuk mengobati. Saat sendu ku beradu, mimpi indah bersamamu kan melerai sunyi. Kasih, ingin ku renguh jiwamu. Ingin ku peluk dirimu. Tumpahkan rasa, bersamamu...
|
This entry was posted on 11.27 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 komentar: