Hari Minggu
10.23 | Author: Unknown

Hari Minggu untuk kebanyakan kekasih adalah hari yang dirindu. Tapi tidak dengan duniaku. Hari Minggu adalah hari yang begitu sendu. Banyak hal yang tidak bisa kita lewatkan, banyak hal yang tidak bisa kita ceritakan. Banyak hal yang tersimpan dalam kalimat rindu yang membuatku terpaku dan menantikan saat berjumpa denganmu, kekasihku. Banyak yang ingin kuutarakan, dengan beribu rasa dan sayang kutumpahkan kepadamu.

Hari Minggu, hari yang kami maki beribu-ribu. Karena dengannya, kami dipisahkan oleh waktu. Tidak ada lagi senyuman, candaan, dan semangat dalam hari kami. Yang terjadi adalah kepenatan dan kebekuan, di hari minggu ini. Andai tuhan jadikan tidak ada hari minggu, kan begitu indah duniaku bersama kekasihku. Oh tuhan... mengapa waktu begitu lama berlalu. Mengapa Engkau tak segera lepas rasa rinduku.

Ku ingin tepis semua mimpi buruk ini. Ingin kusingkirkan semua aral yang merintangi. Ingin kuucapkan kepada jiwa yang suci. Tuhan, ijinkan ku bersamanya. Tuhan, inginku rangkai kedua tangannya. Bersimpuh keharibaanmu, menghiba dan meminta. Dengan tulus Tuhan... ingin ku tebus rasa rindu didada.

Tiada lagi ragu, tiada lagi risau di kalbu. Kuyakin kaulah dambaan hati. Kuyakin dengan penantian ini. Akhir dari penantian, akhir dari rasa rindu yang telah membuncak di dada. Ijinkan ku memelukmu... 


|
This entry was posted on 10.23 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 komentar: