Sungguh mencintaimu terasa sulit. Bagaikan kisah berat yang terjerat
rumit. Angin sepoi yang kini berhembus dengan panas. Inginku tantang
dunia dengan tegas.
Oh cinta... Bila dunia halangi kita, kan kuruntuhkan ia dan menjadi
pilihannya. Kan kutantang dengan gagah gempita. Bagai ksatria yang
sambut cerita laga.
Mutiaraku... Sungguh tangisku akan kembali memecah dunia. Dunia kan
terancam oleh duka. Akan kutunggu berita dengan air mata. Akal dan
hatiku telah kuserahkan pada cinta. Ku akan bagai jiwa tak bersukma.
Oh cinta... Ijinkanku rengkuh sebuah crita. Yang kan kukenang dan
menjadi saksi nadi dunia. Bersamamu kukenang dan kurindukan jiwa.
Menjadi jawaban kembali saat kita bersua.
prosa
|
This entry was posted on 22.23 and is filed under
prosa
. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.



0 komentar: