SUDUT DUNIA
23.23 | Author: Unknown

Senyum bahagia kulihat pada harimu, seiring dengan gemuruh hujan yang membasahi bumi. Kuhaturkan sebuah kalimat rindu yang bertalu di akhir surya. Bertabuhku untuk iringi kebahagianmu. Oh cinta yang menggoda gelora. Berserak hati disaat duka dilipat senja. Hati kita kini berpadu lembut nan syahdu. Jelang esok bersama meniti relung jiwa.

Kasih, tunggu aku disudut dunia. Ketika warna kuukirkan dalam gurat dada. Dalam keabadian sukma di puncak semesta. Bagai mega di ufuk senja, kan kujadikan harimu bahagia. Duhai mutiaraku yang bersinar cemerlang. Tetaplah bersinar, hingga matahari terbit dengan gemilang. Tetaplah bercahaya, disaat manusia bersuka riang. Kepadamu kekasih.. Kan kujaga perasaan ini, walau risau dan galau kuasai diri. Yakinku bahwa rasa kini telah membumbug abadi.

Mutiaraku.. inginku peluk dirimu. Dalam dinginnya udara malam yang bersayup merdu. Saat mesra yang tak kan bertahan lama. Menanti dirimu disisiku cinta. Bersatu raga kita, bergandeng asmara senja. Di ufuk penantian, ku kan bertahan demi sebuah keabadian cinta dan rasa.

Kubayangkan kupeluk dirimu dalam keabadian. Temanimu dalam ikatan penuh kasih sayang. Jelang malam bersama, dalam biduk suka cita. Jalin jemari bersama lantunan simfoni hati. Dalam biduk cinta kita kan memadu hari. Dalam denyut jiwa, kita kan tuntaskan rasa. Oh cinta yang menggelora, jadikanku bergelayut rindu tanpa ujung cerita. Oh rindu yang menggoda, inginku tumpahkan rasa bersama.

Kekasihku.. temani aku malam ini. Halau risau, singkirkan galau. Sesak menyelimuti hati nurani, tanpa kehadiranmu rindu. Rasa ini menyiksaku malam ini, kungin peluk dirimu dalam keabadian. Pasrah bernafaskan asmara menggema di dada. Tak inginku lepas dirimu, walau dalam mimpi.
|
This entry was posted on 23.23 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 komentar: