GELAYUT RINDU
19.50 | Author: Unknown

Rindu ini begitu bergelayut, laksana awan di ufuk cakrawala. Ketika kuucapkan kalimat perpisahan kepada kekasih hati. Tak inginku lepaskan pelukan itu. Hangat, terasa, memuncak dalam jiwa. Tulus dan suci nampakkan cinta yang abadi. Walau perih, kupasrahkan kepada Tuhan. Tuhan, ijinku rengkuh jiwa sucinya.

Ku kan menanti, esok kita kan berjumpa kembali. Dalam bait warna yang telah hasratkan asa. Kepada kekasih hati yang kusebut dalam tiap bait doa. Kita kan kembali bersua, kembali ukirkan warna dalam dunia. Wahai dunia, bersaksilah atas cinta kita. Menyerulah kepada Pemilik Cinta. Agar kita segera bersama, dalam ikatan suci yang didamba.

Ternyata, Tuhan masih inginkan kita bersama. Roda berjalan, ketika dunia tinggalkan kami berdua. Kembali kami tersenyum atas cinta ini. Tuhan masih inginkan kita bersama, walau sementara. Kan ku hantar cinta kembali bersama harapan semesta. Rengkuhku dalam kedua jemarinya, kita bersatu mainkan melodi irama. Dalam sepotong roti yang kan menjadi saksi. Ketulusan cintamu kan kujaga selalu.

Wahai pemilik Cinta, inginku habiskan hari bersamanya. Dalam hangat sepotong cinta, bersemaikan hujan yang membahana. Dingin ini tak terasa, ketika ku pandangi ketulusan jiwanya. Hujan ini hangat membara, ketika senyum lebar hiasi dunia. Kasih... hangatnya cintamu, membuat duniaku terpaku. Ingin ku bersamamu, abadi dalam setiap nafas rindu.
|
This entry was posted on 19.50 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 komentar: