
Hari ini sungguhlah berbeda, ketika kembali kita berjumpa. Merajut kasih di antara manusia. Hari ini inginku curahkan rasa, inginku teguhkan jiwa. Kepadamu mutiara, yang telah kupilih diantara dunia. Kan kubasuh dengan mata air suci cinta yang abadi.
Senyummu, tawamu, dan candamu tlah mencerahkan hariku. Kasihmu, sayangmu, dan cintamu mewarnai jiwaku. Dalam bait kesunyian ku telah temukan harapan yang telah lama sirna musnah diantara jiwa yang terluka. Senyumanmu, sungguh mampu leraikan lukaku. Ketika tangisku membasahi dunia karenamu kekasihku. Kasih, perasaan ini sama, dan kan selalu sama. Kan kujaga rasa dalam bait flora jingga. Kan kujaga cinta dalam deburan badai dunia. Selamanya, menggapai cita bersama.
Tiba-tiba. Hatiku terluka kasih, ketika kau ucapkan kata. Ketika kau ragukan jiwa. Ketika kau abaikan rasa. Luka yang sama yang telah tergores berada dalam masa silam yang mencoba sirna. Luka itu kembali menganga, dalam keraguanmu dalam besarnya cintaku. Kuyakin, kau akan mengerti, dan tuhan kan tunjukkan diri. Sesiapa yang ragu terhadap rasa ini.
Sore itu, sungguh kelabu. Tak inginku tinggalkan duniamu. Dalam rengguk kasih yang tercampakkan dengan nila yang setitik. Hari ini, kuseolah tak berarti. Rindu dan sayangku seolah tak menjadi saksi. Bila ku disisimu kasih, kan kubasuh kata itu. Kan kulipur lara itu. Dalam kesejukan pelukan hangat, dan kecupan mesra. Bersamamu naungi nirwana gelap gulita. Tuhan, ijinkan ku bersatu. Tuk basuh air mata itu...



0 komentar: