CEMBURU
18.54 | Author: Unknown

Terkadang ku tak mengerti, kenapa rasa cemburu ini senantiasa gelayuti diri. Terkadang ku bingung sendu. Meski kau bukan milikku. Namun ku tetap setiap menantimu. Terkadang ku terheran, dengan sikap dan rasa cinta yang bersemi pun dalam penantian. Oh cinta yang menyiksaku dalam kesunyian dan perasaan. Roman telah berdayung pelan menuju harapan. Ayunku setia dalam biduk penantian. Ingin gapai tanganmu kasih dengan penuh kehangatan.

Kau bukan milikku, meski hatiku telah tertambat selalu. Tersandera oleh perasaan di awal waktu. Tergadaikan oleh waktu di ujung rindu. Terbuai oleh dunia yang menyilaukan qalbu. Demi cinta yang tergadaikan. Hatiku perih, ketika mutiaraku berserakan dalam derai ombak yang menerpa terjang. Dalam badai yang mengombang ambingkan biduk dalam kenestapaan yang hilang.

Oh ilalang, yang telah menjadi saksi di sudut hati ini. Yang bergerak riang diantara debu keadilan. Yang bergerak diam dalam kenestapaan, yang kian menyiksaku dalam ketiadaan. Memilikimu walau hanya dalam bayang. Menggapaimu dalam impian. Memelukmu dalam nafas kesetiaan. Oh cinta yang terlarang. Karena cinta yang terbungkus impian.

Waktu yang tidak adil, dunia yang kupandang jahil, dan manusia yang guratkan takdir. Haruskah kubuktikan flamboyan yang bersemi sejati. Haruskah kutunjukkan warna jingga yang tutupi hari. Dalam melodi surya di ufuk angkasa. Menari berpadu dalam sebuah nada impian. Bersamamu kasih, suatu saat nanti.



|
This entry was posted on 18.54 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 komentar: