
Maafkan cinta, ku terlalu mencintaimu.
Hari ini entah kenapa, hariku dirudung duka. Mungkin karena rasa yang telah memuncak didada. Atau karena ada yang tidak menginginkan kita bersama. Ataupun karena hariku kembali sepi tanpa kekasih jiwa. Oh Cinta, ku akan menunggumu. Dengan perlahan dan terseok, dalam peraduan perih dan pedih. Ku akan menjagamu. Dengan berlalu dan berliku, dalam pengembaraan jiwa nan istimewa. Oh cinta. yang membuatku terpaku dalam hidup dan kenikmatan rasa.
Sungguh tak inginku meninggalkanmu. Walau badai berjelang, walau mentari tak bersinar. Ku akan menjagamu selalu. Bukanlah kecantikan yang semu yang terlukis dalam bait dunia. Ataupun kelembutan ragu yang terpancar dalam nada fana. Ku hanya mencari hati yang telah tercuri dalam kenangan lalu yang menyapaku kembali.
Tersayat hatiku dalam kebekuan haru biru. Tergores rasaku dalam keperihan sendu. Demi Cinta yang menggelora. Ku rasakan jiwa ini risau dan galau. Ketika kita tiada bersama. Ku rasakan cinta ini lenyap, ketika kita tiada bersua. Oh cinta, yang kembali terhujam. Teringatkanku kepada tujuan. Terbayangku kepada lamunan. Demi cinta yang abadi.
Beribu jalan telah kita lewati. Beribu impian telah kudaki kembali. Tak inginku melihat engkau menderita cinta bersama jiwa yang mencintai dunia. Tak inginku melihat engkau bahagia, dalam kesemuan sementara. Ketika dunia telah ku gadai, dalam seonggok harapan masa depan di nirwana yang kekal selamanya.



0 komentar: