Rindu Ini
22.28 | Author: Unknown

Kunikmati rindu ini, seujung batas dan seujung cerita. Walau keadaan menyiksa, kan kujadikan dunia penuh dengan warna. Kan kuwarnai dengan darah yang memerah, dan putih dari kulit yang pucat cerah. Walau keadaan tak bersuka, kan kunikmati rindu ini. Kuukir kenangan indah bersamamu, dalam kedamaian. Dalam percintaan, dalam sebuah irama fajar yang bertalu keceriaan. Demi cintaku yang tulus yang menantikanmu. Di ujung waktu, diujung batas cerita yang segera kan berganti dalam kerinduan.

Kunikmati cinta ini, dalam batas ujung cerita. Tlah kau miliki jiwa ini, dalam hati yang tiada berbekas rupa. Tlah kau miliki hati ini, dalam jiwa yang tiada berserok cita. Dalam penantian dan cerita pengembaraan ini kupasrahkan setetes darah mengiringi langkah untuk merahkan dunia. Tuk jadikan dunia hangat dalam bara yang telah ku nyalakan sejak pertama berjumpa. Duniaku kian terbakar, perih, tercabik, dan garang dalam bentuk yang tak lagi terjaga. Namun kuyakinkan bahwa hati ini telah kau miliki, semenjak ku tambatkan berjuta asa masa silam. Tak kan sirna maupun lekang di cabut masa.

Demi cinta yang terukir, demi harapan yang terpatri. Hariku penuh ceria dalam batas ujung surga. Dalam batas ujung surya. Bersamamu cinta yang telah hasratkan gelora yang membara. Kan kutemani pengembaraanmu, di ujung cerita bersama. Kini dan nanti, selamanya...
|
This entry was posted on 22.28 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 komentar: