
Saat ini ku belajar tentangmu dengan ketulusan jiwa. Dengan keikhlasan dan keinginan untuk melayanimu kekasih tercinta. Bila banyak orang mencintai seseorang dengan kelebihan, kebaikan, dan bakatnya. Justru aku mencintaimu dengan ketiadaan. Kekurangan yang saat ini aku syukuri dengan berjuta harapan bersama. Kekurangan yang menjadikan semangatku untuk menggandeng tanganmu tuk tapaki hidup arungi dunia. Tiada pula ku mampu berbangga diri, bila tiada dirimu disisiku. Tiada pula ku mampu ungkapkan dunia, bila bayangmu tenggelam disudut kelam jiwa. Bagiku, tiada yang pantas kulakukan selain melayanimu. Menjadikanmu bagian dari hidupku yang kan terwarnai jua. Kekuranganmu adalah anugrahku dalam setiap batas masa. Kelebihanku adalah pelayananku dengan seluruh ketulusan jiwa.
Kekasihku, dalam lubuk hatiku yang terdalam. Tiada satupun kataku selain mengagumimu setelah masa kelam. Tiada satupun hasratku kecuali rindu kepadamu dalam bayang yang menyibak temaram. Tiada satupun yang terukir dalam bayangku, dalam anganku, dan impianku kecuali keindahan bersamamu sayang. Sayang maafkan aku, bila kerinduan ini berujung kepada kesalahan jiwa. Kesalahan kata, dan kesalahan rasa yang berhujung kepada duka di akhir senja.
Oh cintaku yang merindu.. kusiksa diri ini untuk kerinduan bersahaja, kerinduan merana, dan kepakuan senja. Kurebahkan jiwa dan kusematkan asmara dalam batas yang tiada seorangpun berani mengadu. Kepada jiwa yang berpasrah kepada Sang Pencipta. Kepada rindu yang tergerak oleh asmara qalbu. Maafkan aku yang merindukanmu, terombangkan dalam kerisauan jiwa yang tertunduk malu. Tergoncangkan dalam batas cinta yang kobarkan jiwa. Kan kujaga cinta ini dengan setulus hati. Karena ku tak mampu merasa, kecuali mencintaimu belahan jiwa.




0 komentar: